Soto Legendaris Dari Yogyakarta

Soto Legendaris Dari Yogyakarta

Soto Legendaris Dari Yogyakarta – Seluruh orang mengenali Jogja sebagai Kota Gudeg sebenarnya kulineran yang dikuasai rasa renyah dan manis.

Jogja punyai sejuta kulineran yang membuat kita tidak dapat menelan ludah. Salah satunya kulineran sebagai legenda di Kota Gudeg ialah soto. Bahkan juga ada yang telah berdiri semenjak 1/2 era lalu.

Soto Legendaris Dari Yogyakarta yang Perlu Kamu Coba, Rasanya Mantul

Mencari riwayat soto, kulineran yang ini terhitung makanan yang kaya budaya dan kaya rasa. Sama seperti yang kita mengenal ada soto Madura, soto Lamongan, soto Kudus, soto Betawi dan banyak yang lain.

Baca Juga: Solo Punya Kuliner Terkenal

Tidak itu saja, rupanya soto sebagai kulineran hasil akulturasi Indonesia, Cina bahkan juga India. Dalam buku “Nusa Jawa: Silang Budaya”, soto disebut berawal dari Cina.

Tetapi awalannya namanya caudo, selanjutnya jadi tauto, saoto, sroto atau soto mengikut lidah orang Indonesia. Kunyit, salah satunya empon-empon yang dipakai untuk bumbunya diperhitungkan mengikut masakan India. Sedang budaya Indonesia berperan serta menambah bumbu-bumbu ciri khas wilayah hingga terbentuk bermacam kulineran soto nusantara. Kita dapat nikmati beberapa salah satunya saat bertandang ke Jogja.

Kota Jogja, sampai sekarang ini tentu saja jadi salah satunya tujuan favorite saat berlibur. Di kota ini bermacam hal selalu membuat siapa saja yang pernah mendatanginya, akan berasa perlu untuk balik lagi. Dimulai dari beberapa tempat yang simpan banyak masa lalu, jalanan, keramahan penduduknya, sampai makanannya.

Diantaranya ialah soto. Ya, untuk orang Jogja, soto adalah makanan yang mempunyai posisi penting. Beberapa salah satunya populer sampai ke segala penjuru Jogja. Bahkan juga, karena sangat populernya, soto-soto itu sampai mendapatkan panggilan “legend” dari warga di tempat. Ingin ketahui soto apa saja? Baca yok!

Soto Legendaris Dari Yogyakarta Masih jaga adat dan kerahasiaan resep

Soto Kadipiro ini rasanya nyaris tidak pernah berbeda sepanjang 90 tahun Masakan soto yang berdiri semenjak tahun 1921 ini adalah simbol soto di Jogja.

Posisinya yang ada di tengah-tengah kota mempermudah kita untuk mencapainya. Soto Kadipiro makin spesial karena sebagai penutup kita dapat pesan minuman Limun Sarsaparilla, minuman bersoda ciri khas Jogja yang sangat jarang.

Bila kalian menanyakan ke warga Jogja mengenai soto yang paling legend di kota ini, karena itu bisa ditegaskan bila nyaris semua akan memberi pilihan Soto Kadipiro sebagai jawabanyya. Berdiri semenjak tahun 1921 lalu, warung soto yang berada di samping timur SPBU Kadipiro ini sudah menjaga cita-rasanya sepanjang 90 tahun.

Sampai sekarang ini, Soto Kadipiro sudah digenggam oleh angkatannya yang ke-3 , yakni seorang wanita namanya Sri Sundari. Harus dipahami jika soto paling legend di Jogja ini tidak pernah buka cabang. Jam operasinya diawali pada jam 07.30 pagi sampai jam 14.00 siang. Harga juga cukup dapat dijangkau, yaitu 15 ribu rupiah sampai 18 ribu rupiah untuk satu jatahnya.

Disamping itu, Soto Pak Marto Tamansari sebagai salah satunya soto legend yang perlu sekali kamu coba!

Satu kembali kulineran soto di Jogja yang telah kenal dilapisan pemburu kulineran. Soto Pak Marto Taman Sari yang berada 200 mtr. samping barat trafik light Plengkung Taman Sari ini tidak pernah sepi pengunjung. Daya magnet kulineran soto yang dibangun oleh Pak Martodimedjo tahun 1960 ini ialah babat sapi yang dibumbu manis serupa bumbu bacem.

Tidak kalah dari Soto Kadipiro, warung soto punya Pak Marto ini sebagai salah satunya yang terpopuler dan jadi favorite. Umurnya juga sudah lumayan lama, yakni berdiri semenjak tahun 1960 kemarin. Kecuali di wilayah Taman sari sendiri, warung soto ini sudah mempunyai beberapa cabang yang menyebar. Bahkan juga sampai hingga Kabupaten Sleman.

Kesedapan kaldunya tidak perlu dipermasalahkan kembali. Dan, yang membuat soto ini harus kamu coba ialah opsi kecapnya yang unik “Soto Tamansari” sekali. Walau memiliki panggilan legend, tidak lalu membuat harga jadi setinggi langit. Mulai 10 ribu rupiah, kalian bisa melahap satu jatah soto campur.

Jemu dengan situasi perkotaan? Coba datangi Soto Bathok Mbah Katro yang berada di Kalasan

Bila kalian jemu melahap soto dengan situasi perkotaan, kemungkinan Soto Bathok Mbah Katro yang berada di tepian Jogja ini menjadi alternative-nya. Berada di dekat situs Candi Sambisari, Kalasan, soto yang memakai tempurung kelapa sebagai tukar mangkuknya ini seakan-akan membuat ingin tahu siapa saja yang menyaksikannya.

Tidak cuman idenya saja yang memikat, cita-rasa dari soto bikinan Mbah Katro ini betul-betul tidak disangsikan kembali. Kesan “ndeso” saat mengonsumsi soto ini demikian berasa, ditambah lagi terletak yang berada di tepian kota. Hal yang lain membuat soto ini pantas mendapatkan panggilan legend ialah karena harga yang cuman 5 ribu rupiah untuk satu jatah dengan kesedapannya yang “wah”!

 Soto Sampah yang berada di salah satunya pojok Pasar Kranggan

Pas jadi rekreasi kulineran pada malam hari Bila umumnya warung soto membuka saat pagi sampai siang hari, berlainan dengan Soto Sampah. Warung soto fantastis yang berada di salah satunya pojok Pasar Kranggan ini membuka pada pukul malam. Namanya yang unik di inspirasi dari langkah penyuguhannya yang demikian acak-acakan alias benar-benar amburadul.

Tetapi, tidak boleh terkejut bila rupanya rasa yang dibuat demikian berlainan dari namanya itu. Tempat untuk menyuguhkannya juga memakai piring, berlainan dengan soto biasanya yang memakai mangkok. Membuka dimulai dari jam 20.00 malam dan tutup pada jam 03.00 pagi hari, soto yang sudah berdiri semenjak tahun 1970 ini selalu ramai didatangi. Untuk harga sendiri, dengan uang 10 ribu rupiah, ditanggung kalian sudah kenyang kok!

Nikmati Soto Pites Mbah Galak antara hilir mudik aktivitas Pasar Beringharjo

Tidak banyak yang mengetahui lo bila warung soto yang ada di salah satunya lorong Pasar Beringharjo ini dipanggil soto legend oleh bermacam kelompok. Walau berada pada lokasi yang sedikit kotor karena ada di pasar tradisionil, Soto Pites ini demikian populer dengan kesedapan dan kesan jadulnya.

Diatur oleh angkatan ke-3 nya, warung soto yang dibangun oleh Mbah Galak ini sudah ada semenjak tahun 1950 kemarin. Membuka dari pagi hari dan tutup sesudah habis, warung soto ini mempunyai minuman uniknya yakni es kolang-kaling. Pada tempat ini, harga untuk satu jatahnya ialah 9 ribu rupiah saja. Murah sekali kan?

SOTO SAMPAH

Sesaat orang akan berasa bingung dengar nama yang tidak wajar digunakan untuk makanan. Tetapi soto di dekat Tugu Jogja ini menjadi alternative kulineran yang pantas dicoba. Lacak punyai lacak mengapa diberi nama Soto Sampah karena kulineran soto yang ini tidak memakai daging sapi atau ayam seperti umumnya, tetapi memakai lemak atau gajih sapi dan dapat ditambahkan bermacam lauk yang ada, lalu digabung menjadi satu hingga penampilannya juga jadi berantakan.

SOTO DJIANCUK

Beberapa lukisan, ukir-pahatan-ukiran kayu dan potongan rongsokan mobil terlihat bersebaran di sejumlah pojok sisi dalam dan luar ruang. Siapakah yang menduga bangunan yang semestinya lebih serupa bengkel seniman ini ialah warung soto. Nama warung soto ciri khas Blitar di Sonopakis ini juga benar-benar unik. Orang mengenalinya dengan panggilan Soto Djiancuk. Si pemilik yang dari Jawa Timur menyengaja memakai kata caci-maki itu untuk menunjukkan ciri-ciri uniknya sebagai soto Jawa Timur. Kata orang, cita-rasa Soto Djiancuk dapat membuat orang mencaci-maki karena sangat nikmat dan cepat habis.

Nach, berikut barusan ialah referensi tempat melahap soto legend di Jogja yang tidak bisa kalian terlewat. Selamat mempraktikkan ya!